Beberapa Jenis Pakan Lele Berdasarkan Umur dan Cara Pemberiannya

Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia sangatlah pesat, seiring pertumbuhan penduduk kebutuhan akan ikan semakin meningkat. Terutama di sektor ikan lele. Hal itu ditandai dengan banyaknya orang yang membudidayakan lele.

Belakangan ini minat masyarakat terhadap ikan lele sangatlah besar. Mengapa begitu? Ini karena dalam pembudidayaannya tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk bisa mendapat keuntungan yang besar.

Untuk menghasilkan lele yang berkualitas, berkualitas dalam artian ikan itu mengandung protein yang tinggi, berikan pakan dengan baik dan benar. Karena lele sangat aktif untuk mencari makan, jadi jangan asal untuk memberi makan kepada ikan lele agar tidak gagal dalam pembudidayaan lele tersebut.

 

Jenis Pakan Lele

Auto Draft

Untuk menghasilkan lele yang berkualitas, pastinya pakan yang diberikan pun harus berkualitas. Kamu harus pintar memilih pelet agar tidak salah memberi pakan. Untuk menghemat pengeluaran, kamu bisa membuat pelet sendiri dengan mesin pembuat pakan ikan atau biasa disebut mesin pelet.

Berikut ini beberapa jenis pakan yang pas berdasarkan umur lele yang kamu budidaya dan cara pemberiannya.

1. Pelet Apung

Pakan jenis pelet yang satu ini adalah jenis pakan lele yang paling sering dipakai oleh para pembudidaya ikan lele pada umumnya. Banyak variasi ukuran dari pelet apung, mulai dari yang masih berukuran sangat halus seperti serbuk pelet sampai yang berukuran butiran besar.

Kamu harus dapat membedakan klasifikasi dari pakan ini, apabila ukuran lele sekitar 5 sampai 6 cm, pakan pelet apung yang diberikan yaitu Hi-Pro-Vite 78-1. Apabila kamu masih bingung dalam memilih pakan berdasarkan umurnya, kamu bisa memprediksi dari ukuran lele, jika ukuran lele besar, berarti pelet yang diberikan harus lebih besar juga.

2. Pelet Tenggelam

Jenis pakan berbentuk pelet yang satu ini akan tenggelam di permukaan air, umumnya pelet ini dipakai untuk kolam yang ukurannya dalam. Tetapi, pelet tenggelam juga bisa dipakai untuk kolam yang cetek atau yang permukaannya tidak dalam.

Pemakaian pelet tenggelam ini umumnya diberikan kepada lele ketika menjelang panen, yakni kisaran 2 minggu sebelum panen. Harga dari pelet tenggelam ini lebih murah jika dibandingkan dengan pelet apung.

Kandungan dalam pelet tenggelam ini yaitu mempunyai 27% kadar protein dan hanya dikhususkan untuk lele yang akan ditambahkan bobotnya.

3. Pakan Alternatif

Untuk lebih meminimalisir pengeluaran biaya budidaya lele kamu, dari sekarang kamu bisa memakai pakan alternatif untuk lele budidaya kamu. Kamu bisa memberikan ayam tiren, ikan rucah, nasi sisa, sosis, limbah sayur, atau ikan teri.

Apabila digunakan untuk menambah bobot dari lele ketika pasca panen, kamu bisa memberikan pakan berupa bangkai ayam. Sebelum diberikan, kamu harus membakar bangkai ayam terlebih dahulu sampai matang, lalu berikan kepada lele yang sudah berumur dewasa atau siap panen.

Pemberian pakan alternatif ini sebaiknya jangan terlalu banyak atauu terlalu sering. Terlebih apabila kamu memberikan pakan alternatif dalam jumlah yang besar, berikan secukupnya saja.

4. Pakan Alami

Umumnya pakan alami bisa berupa cacing sutra, cacing tanah, kutu air, keong, dan beberapa lainnya. Cacing sutra dan juga kutu air keduanya sangatlah bagus untuk diberikan kepada benih yang baru belajar makan pakan atau yang baru menetas.

Jenis pakan alami ini mengandung protein yang lumayan tinggi, yaitu lebih dari 50% dan juga mempunyai kandungan gizi yang sangat bagus untuk pertumbuhan anakan atau benih lele. Disarankan memberikan pakan alami untuk lele yang masih kecil – kecil.

Tetapi, ketika kamu memakai pakan alami, kamu harus rutin mengecek air kolam. Hal ini dikarenakan pakan alami ini mempunyai sifat cepat membusuk, pakan sisa yang tak habis dimakan benih lele bisa menyebabkan penyakit pada benih lele dan juga serangan hama.

Jangan sampai air kolam berbau tidak sedap atau kotor. Apabila kolam berubah warna atau berbau, pastikan kamu melakukan tindakan cepat dengan mengganti air kolam lama dengan air yang baru.


Posted

in

by

Tags: